The Marked Son

Shea Berkley. 2012. The Marked Son. Yogyakarta: Mizan Fantasi.

Darah manusia dalam tubuhnya adalah penanda bagi kematiannya.

Hutan itu seperti hidup. Sejak semula, Dylan tahu ada yang tak beres dengannya. Sesuatu seperti memanggilnya dari kedalaman hutan. Menariknya untuk melebur bersama nyanyian pepohonan dan desau angin. Dan, mendadak gadis itu muncul. Seorang gadis bergaun putih dengan wajah dan sorot mata yang selalu menghantui dalam mimpi-mimpi misteriusnya.

Gadis itu menatapnya tajam. Mendadak Dylan merasakan ketakutan sekaligus harapan gadis itu akan pertolongannya. Apa yang diinginkannya? Dylan bergeming. Dia semakin tak kuasa menolak godaan untuk mengikuti gadis itu ke dunianya.

Dylan mulai merasa kehilangan kewarasannya. Atau, bisa jadi ini hanya babak baru petualangan dalam hidupnya. Namun, di sinilah Dylan berada saat ini, di tempat yang dipenuhi makhluk yang hanya ditemuinya dalam cerita-cerita horor. Lebih parah lagi, darah manusia yang mengaliri tubuhnya menjadi penanda bagi kematiannya.

Interested on library and information science, literacy, digital library, digital humanities, data science, media and culture studies.

Related Posts

Beat the Giant

Yuswohady, Dyah Hasto Palupi, Teguh S. Pambudi. 2013. Beat the Giant. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

2060 Section 1: When The World is Yours

Yuli Pritania. 2013. 2060 Section 1. Jakarta: PT Grasindo.

The Ghost Bride: Pengantin Arwah

Yangsze Choo. 2014. The Ghost Bride: Pengantin Arwah. Bandung: Qanita.

Steve Jobs

Walter Isaacson. 2011. Steve Jobs. Yogyakarta: Bentang.

Six Suspects: Pembunuhan pun mengenal kasta

Vikas Swarup. 2010. Six Suspects: Pembunuhan pun mengenal kasta. Yogyakarta: Bentang.

The Kampretoz

Uki L. 2012. The Kampretoz. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.