Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Pecenongan, Jakarta (27 Mar 2019)—Literasi mempunyai peranan penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, dan perpustakaan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan literasi masyarakat. Literasi merupakan hak dan memberikan manfaat yang nyata, yang didapat melalui pendidikan sekolah maupun program adult literacy (literasi untuk orang dewasa). Program ini menghasilkan manfaat yang melampaui hasil dari pendidikan di sekolah.

UNESCO di tahun 2016 menyatakan Pogram Literasi untuk Orang Dewasa muncul untuk menghasilkan beberapa manfaat, khususnya membangun self esteem (kepercayaan diri) dan empowerment (pemberdayaan) dengan mekanisme pembiayaan yang sama efektifnya dengan pendidikan utama di sekolah. Dan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat menyediakan informasi dan fasilitas belajar yang berperan penting mendorong peningkatan literasi masyarakat.
Kegiatan literasi dan penyediaan informasi, baik cetak maupun online, perpustakaan berandil besar menciptakan masyarakat yang mempunyai kemampuan literasi lebih tinggi sehingga mendorong perubahan kualitas hidupnya menjadi lebih baik.

Dalam peraturan perundangan secara tegas dijelaskan bahwa masyarakat memiliki hak dalam memperoleh layanan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan. Hal ini juga berlaku untuk masyarakat disabilitas, dengan keterbatasan fisik maupun sosial serta masyarakat yang terisolasi dan terpencil. Pemerintah berkewajiban untuk menggalakkan promosi gemar membaca dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Latar belakang itu yang melandasi Perpusnas sebagai pembina semua jenis perpustakaan dengan dukungan dari Bappenas berinisiatif untuk melakukan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Program ini bertujuan memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga kemampuan literasi meningkat yang berujung peningkatan kreativitas masyarakat dan kesenjangan akses informasi.

Paradigma perpustakaan harus dirubah. Dari semula dianggap sebagai gudang buku, kini bertransformasi menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi.
Perpustakaan selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan juga wajib memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat. Dengan upaya tersebut diharapkan performa individu meningkat, sistem dan organisasi perpustakaan menjadi kuat, sehingga berdampak pada membaiknya kualitas layanan perpustakaan dan juga pemanfaatannya oleh masyarakat yang secara otomatis, meningkatkan literasi masyarakat.

Sumber : https://www.perpusnas.go.id/news-detail.php?lang=id&id=190328065053IwHcN3x98C

Interested on library and information science, literacy, digital library, digital humanities, data science, media and culture studies.

Related Posts

Calibre E-Book Management versi 5.4.2

Calibre adalah pengelola e-book yang kuat dan mudah digunakan. Pengguna mengatakan itu luar biasa dan harus dimiliki. Ini akan memungkinkan Anda untuk melakukan hampir semua hal dan…

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2022

Ditetapkannya tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Keppres RI Nomor 316 Tahun 1959, merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah akan pentingnya pendidikan…

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Taqabbalallaahu minna wa minkum. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita dibulan…

10 Pekerjaan Paling Dicari Bidang Digital di Indonesia

“Selamat Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2022” Data terkait 10 jenis pekerjaan yang paling dicari itu tertuang dalam laporan World Economic Forum Tahun 2021 bertajuk The Future…

the Anglo-American Cataloguing Rules

AACR2 is published under the auspices of the AACR Fund as outlined in the Governance section of this Web site.